ADAPTASI PERGURUAN TINGGI
Dr. Tri Prasetiyo Utomo, M.Pd.I.
Adaptasi adalah penyesuaian diri dengan lingkungan. Lingkungan terus mengalami perubahan. Perubahan tersebut tentu berimplikasi pada perbaikan dan efektivitas dinamika kehidupan. Tanpa adanya perubahan dapat dikatakan, kehidupan yang stagnan, tidak berkembang, dan statis. Jadi, adaptasi merupakan kebutuhan hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Gudykunts dan Kim memberikan penjelasannya, bahwa kemampuan adaptasi masing-masing individu berbeda. Proses adaptasi tergantung dari kemampuan menyesuaikan diri atau adaptasi masing-masing individu. Setiap saat, individu dihadapkan pada sebuah persolan atau dinamika yang menuntut untuk beradaptasi. Kemampuan ini akan memberikan manfaat demi kelangsungan hidup dan eksis di lingkungan baru. Maka, setiap individu akan beradaptasi dengan lingkungan baru dan budaya baru untuk keberlangsungan hubungannya atau menjalin interaksi.
Adaptasi dibutuhkan oleh siapa saja, termasuk lembaga pendidikan atau perguruan tinggi. Lembaga pendidikan atau perguruan tinggi menjadi objek tuntutan masyarakat untuk memberikan sumbangsih dan perannya dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa. Ini menjadi amanah konstitusi, bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi agenda utama dalam mengisi kemerdekaan melalui jalur pendidika. Perguruan tinggi dituntut untuk terus beradaptasi bahkan menjadi agen transfrormasi peradaban. Perihal perguruan tinggi menuntut adanya adaptasi disampaikan oleh M. Solihudin Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, dampak kemajuan teknologi sejalan dengan proses pendidkan di perguruan tinggi. Oleh karena itu proses pendidikan dan pengajaran yang ada di perguruan tinggi semestinya sejalan atau adaptif dengan kemajuan teknologi. Sedangkan perubahan cepat di bidang teknologi merupakan fenomena kehiduan di era digitial atau era disruption. perubahan tersebut menuntut perguruan tinggi untuk beradaptasi secara cepat dan tepat. Elektabilitas perguruan tinggi dalam menyikapi perubahan kemajuan teknologi menentukan eksistensi perguruan tinggi untuk eksis berkarya dengan produk keilmuannya atau justru sebaliknya tertinggal dengan perubahan.
Sementara Didi Sukyadi (wakil rektor UPI) menegaskan, bahwa perguruan tinggi ada dan hidup di sekitar masyarakat. Masyarakat merupakan kelompok yang dinamis. Artinya terus mengalami perubahan. Pun-teknologi terus mengalami perubahan menuju kearah yang lebih baik. Oleh karena itu perubahan atau adaptasi perguruan tinggi adalah keniscayaan. Jika perguruan tinggi tidak beradaptasi dengan perubahan masyarakat dan kemajuan teknologi maka, dapat dipastikan perguruan tinggi akan ditinggalkan masyarakat. Ini disebabkan perguruan tinggi tidak mampu memenuhi kebutuhan perubahan dan tuntutan masyarakat. Sehingga adaptasi merupakan kebutuhan penting untuk perguruan tinggi agar terus eksis dan berperan di masyarakat.
Adaptasi menjadi elemen penting dan tidak bisa ditawar lagi untuk perguruan tinggi. Masyarakat terus belajar dan berbenah. Artinya, masyaraka akan lebih selektif dalam memutuskan untuk memilih perguruan tinggi sebagai media mengembangkan bakat dan minatnya serta inovasi. Kemampuan selektif ini ditunjang dengan kemajuan informasi dan teknologi yang terus berkembang, sehingga memberikan gambaran yang transparan terhadap produk-produk perguruan tinggi yang berkualitas. Perguruan tinggi yang hanya menhasilkan prodik administrasi secarik ijazah tentu akan berimbas pada eksistensi dan peran dim masyarakat. Masyarakat butuh kepastian terhadap adanya perguruan tinggi. Kepastian tersbut merupakan produk keilmuan yang dihasilkan dari riset perguruan tinggi. Semakin banyak riset yang dihasilkan oleh perguruan tinggi sehingga menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat, maka eksistensi dan peran perguruan tinggi di masyarakat semakin baik. Tetapi jika sebaliknya, maka perguruan tinggi akan tertinggal dan ditinggalkan masyarakat.




Komentar
Posting Komentar