Pejuang Ende

Abdullah Jia, Pejuang Ilmu di Pascasarjana IAI Tribakti Asal Ende 30 Mei 2022 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Nama saya Abdullah Jia, kelahiran Wolooja, pada 24 Mei 1998. Saya adalah seorang perantauan dari Desa Rindiwawo, Kec. Wolowaru, Kab. Ende, Prov. Nusa Tenggara Timur. Ini adalah cerita dan kenangan singkat saya ketika menjadi seorang perantauan yang ingin menuntu ilmu di Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri untuk angakatan 2022-2023, sedikit ada kenangan tersendiri. Ikut tes masuk gelombang pertama rasanya seru juga. Waktu itu tes masuknya lewat online karna masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika jadwal tes onlinenya saya lupa dan saya tidak mempersiapkan diri yang lebih matang untuk menghadapi ujian masuk program magister tersebut. Ada teman yang baik hati, ia menelpon saya dan memberitahukan bahwa tes masuknya akan segera dimulai. Dari situlah saya merasa was-was, kemudian kontek-kontekan sama teman yang dari makasar dan juga teman yang dari daerah saya sendiri, menanyakan persiapan kami masing-masing. Saya waktu itu berdo’a dalam hati saya semoga kami bisa lulus dalam tes masuk program magister Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri. Ada tiga bagian soal dalam sesi tes masuk Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri, antra lain adalah Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Ilmu-ilmu Pendidikan Agama Islam, kalau tidak salah ya. Nanti kalau saya salah akan diperbaiki infonya. So, coba-coba lah ya belajar sebelumnya biar nilainya gak malu-maluin banget apabila terungkap di public, hehe. Mulailah saya mengejarkan soal-soal tersebut dengan deg-degan dari pukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 12.00 siang. Alhamdulillah akhirnya selesai juga. Akan tetapi saya tidak merasa tenang. Kemudian saya mencoba kontek-kontekan sama teman saya yang ada di Makassar dan teman saya yang ada di daerah saya, Nusa Tenggara Timur, cuman beda kabupaten. Mereka juga merasakan hal yang sama dengan saya, tapi saya memotivasi teman-teman saya semoga kita lulus tes masuknya agar bisa kuliah bareng-bareng di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri. Tak lama kemudian sekitar dua minggu, ada pesan dari grup Whatsapp masuk berdering di handphone saya. Deg-degan juga membuka dokumen yang dikirim oleh Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Kemudian saya ngecek satu persatu nama-nama yang lulus tes masuk, dan alhamdulillah ternyata nama saya juga tercantum di data tersebut. Betapa bahagianya saya. Motivasi utama saya adalah ingin belajar lagi. Motivasi selanjutnya adalah meraih gelar magister di kampus Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri yang dikenal dengan kuliah mondok dan barokah para kiyai merupakan cita-cita dan impian saya sebagai salah satu titik pencapaian hidup. Pada dasarnya, saya memang pribadi yang suka belajar hal-hal baru. Saat itu saya sudah mulai jenuh dengan keadaan saya di pondok pesantren Darul Falah IV – Cukir, Diwek, Jombang. Tentunya banyak hal positif dari mengambil S2 di kampus Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo, karna saya juga bisa jumpa teman-teman baru dari berbagai daerah di kelas saya. Ada yang dari Jambi, Pontianak, Kalimantan, Lampung, Kepulauan Riau dan juga Makassar. Yang menurut saya sangat karen dari Kampus Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri ini adalah, mereka memberikan kesempatan untuk mahasiswanya membayar cicilan SPP jika belum mampu membayar, bisa dengan beberapa tahun selama belum ada pergantian semester atau tahun ajaran baru. Jadi begitulah kisah cerita singkat hingga akhirnya saya menjadi mahasiswa di Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri. Saya Kembali lagi merantau ke Jawa dan saat ini masih berjuang di semester dua dan insya Allah akan melanjutkan ke semester tiga. Semoga cerita singkat ini bisa menjadi motivasi yang baik dan bermanfaat untuk pembaca. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Penulis, Abdullah Jia Mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo Kediri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERAN PENYULUH DALAM MENGAWAL MANDATORI HALAL