MENSYUKURI KEMERDEKAAN
Dr. Tri Prasetiyo Utomo, M.Pd.I. وَاِذْ قَالَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اذْكُرُوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ جَعَلَ فِيْكُمْ اَنْۢبِيَاۤءَ وَجَعَلَكُمْ مُّلُوْكًاۙ وَّاٰتٰىكُمْ مَّا لَمْ يُؤْتِ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ Artinya: (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, menjadikanmu (terhormat seperti) para raja, dan menganugerahkan kepadamu apa yang belum pernah Dia anugerahkan kepada seorang pun di antara umat yang lain. (Alquran; surat al-Maidah ayat 20). Kemerdekaan merupakan anugerah dari sang pencipta yang sungguh agung dan luar biasa. Hadirnya anugerah yang agung tersebut tentu dibarengi dengan usaha dan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Dari usaha yang sungguh-sungguh maka akan hadir uluran Tangan Tuhan. Demikian beberapa bunyi UUD 1945, yaitu atas berkat rahmat Allah yang maha esa dan dengan didoronhkan keinginan yang luhur. Merdeka bermakna, bebas (dari penjajahan), ...