HAKIKAT SABAR Tri Prasetiyo Utomo يٰبُنَيَّ اَقِمِ الصَّلٰوةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوْفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلٰى مَآ اَصَابَكَۗ اِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ Artinya; Wahai anakku, tegakkanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (harus) diutamakan (Q.S. Lukman ayat 17). Sabar diartikan sebagai menahan, baik dari aspek fisik maupun psikis. Aspek sabar atas tekanan fisik, misalnya menahan dari panasnya terik matahari yang menyengat di kala siang hari tanpa adanya pelindung. Sedangkan sabar secara psikis-nonfisik, yaitu menahan diri atas banyaknya keinginan yang senantiasa membisikan untuk dituruti atau syahwat ingin memiliki banyak tentang segala sesuatu yang bersifat materil. Ayat di atas - Q.S. Lukman ayat 17)- menganjurkan tiga perkara besar yang mengandung banyak faedah bagi manusia. Pertama, mendirika...