STADIUM GENERAL
(MULTIDISIPLIN, INTERDISIPLIN, DAN TRANSDISIPLIN)
¬ Geliat kajian studi Islam terus terus berkembang. Perkembangan ini relevan dengan dinamika sosial yang terus berkembang di masyarakat. Tak ayak apabila cendekiawan muslim terus menghadirkan cara panang dan solusi baru dalam menjawab tantangan dan perubahan zaman. Islam tidak hanya dipahami secara tekstual saja melainkan harus digali dari multipersoektif. Model inilah yang lebih dikenal dengan kajian multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin. Integrasi keilmuan kedepan akan menjadi tren baru di masa yang akan datang. Konsep (I-Kon) integrasi-interkoneksi merupakan paradigma yang memandang kesatuan dan kepaduan ilmu pengetahuan. Paradigma ini berusaha memadukan, antara hadharah al-nash (religion), hadharah al-falsafah (philosophy), dan hadharah al-‘ilm (sciene). Melalui paradigma ini kluster keilmuan bertemu, berdialog, dan dibahas dalam konteks teks keagamaan (naql, bayani). Sedangkan disiplin ilmu terkait realitas sosial dan antropologi menggunakan kacamata (‘aql, burhani). Kemudian ilmu yang berkenaan dengan hati nurani (qolb, ‘irfani, intuitif). Dengan demikian karakter (I-Kon) integrasi-interkoneksi semua ilmu pengetahuan selalu terkait, terhubung, dan bergantung pada disiplin ilmu pengetahuan lainnya.
Mahasiswa Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri merupakan perpaduan antara santri dan intelektual modern. Basic ilmu pesantren yang melekat menjadi poin positif dalam menggali keilmuan multidisiplin. Ilmu yang didapat selama menjadi santri di Lirboyo akan bertambah kompleks apabila dipadukan dengan pengetahuan di perguruan tinggi. Multidisiplin menjadi sorotan utama dalam menghadirkan cendekiawan yang multitalenta. Artinya, pribadi kesantrian dan memiliki nalar logis ilmiah melalui perkuliahan di Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri.
Kajian (I-Kon) integrasi-interkoneksi keilmuan perlu dilakukan untuk menambah cara pandang mahasiswa agar lebih universal dalam menelaah masalah. Makalah, jurnal, artikel, dan tesis dari mahasiswa diharapkan menghadirkan analisis (I-Kon) integrasi-interkoneksi. Dengan demikian akan lahir cara pandang yang lebih komprehensif terhadap teks-teks keilmuan. Kemampuan ini akan menjadi warna baru dalam pergumulan intelektual. Mengahdirkan cara pandang baru terhadap disiplin ilmu menjadi nilai tersendiri dan daya tarik masyarakat. Tanpa adanya kebaruan yang diciptakan melalui kajian keilmuan, tentu gelanggang akademik akan ditinggalkan oleh masyarakat. Jadi, (I-Kon) integrasi-interkoneksi menjadi paradigma masyarakat akademik Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri untuk menghadirkan pengetahuan dan ilmu yang kaya perspektif.
Proses membumikan (I-Kon) integrasi-interkoneksi dikemas dalam acara stadium general Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Antusias mahasiswa menunjukan geliat semangat pemabruan pemikiran. Banyak dari peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan dan apresiasi terhadap acara tersebut. Sisi lain yang harus ditekankan adalah jangan berhenti pada ranah diskusi, tetapi harus ditindaklanjuti dalam karya (I-Kon) integrasi-interkoneksi. Ini menjadi pemantik agar hadir karya-karya mahasiswa yang fenomenal menggunakan kajian (I-Kon) integrasi-interkoneksi.
Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri akan selalu memberikan jembatan/wasilah untuk menghadirkan keilmuan yang terus berkembang. Tentu saja ini harus didukung oleh berbagai pihaka yang memiliki kepentingan dan mengambil manfaat dari terselenggaranya kegiatan stadium general. Atas dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri akan terus eksis dan berkembang untuk mengahirkan kajian-kajain keilmuan yang bermanfaat untuk Bangsa, Negera, dan Dunia. Stadium general Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin terselenggera atas dukungan dari berbagai pihak. Tentu, Program Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Semoga kedepan terus dihadirkan acara-acara yang bertajuk keilmuan, demi membangun peradaban yang lebih baik.
Pejuang Ende
Abdullah Jia, Pejuang Ilmu di Pascasarjana IAI Tribakti Asal Ende 30 Mei 2022 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Nama saya Abdullah Jia, kelahiran Wolooja, pada 24 Mei 1998. Saya adalah seorang perantauan dari Desa Rindiwawo, Kec. Wolowaru, Kab. Ende, Prov. Nusa Tenggara Timur. Ini adalah cerita dan kenangan singkat saya ketika menjadi seorang perantauan yang ingin menuntu ilmu di Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri untuk angakatan 2022-2023, sedikit ada kenangan tersendiri. Ikut tes masuk gelombang pertama rasanya seru juga. Waktu itu tes masuknya lewat online karna masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika jadwal tes onlinenya saya lupa dan saya tidak mempersiapkan diri yang lebih matang untuk menghadapi ujian masuk program magister tersebut. Ada teman yang baik hati, ia menelpon saya dan memberitahukan bahwa tes masuknya akan...

Komentar
Posting Komentar