MAKANAN HALAL
Makanan adalah segala sesuatu yang dapat di makan (nasi, sayur, buah-buahan). Lebih tegasnya, segela sesuatu yang bisa masuk ke dalam tubuh. Dari proses makan tersebut akan didapat unsur pembentuk jaringan tubuh, tenaga, dan regenerasi sel yang berguna untuk kelangsungan hidup seseorang. Jadi, aktivitas makan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan untuk membantu proses hidup manusia. Islam begitu teliti dalam memilih dan memilah makanan yang baik untuk di konsumsi. Dalam ajarannya, Islam tidak lantas menjadikan segala makan harus enak, mewah, dan memiliki nilai mahal. Islam menganjurkan untuk makan-makanan yang halal. Makanan halal tentu berdampak baik terhadap tubuh yang mengonsumsinya. Sedangkan makanan mewah, lezat, dan mahal jika tidak halal, belum tentu baik atau menyehatkan terhadap pelakunya. Jadi, halal menjadi kata kunci terhadap makanan orang Islam.
Agamawan menyampaikan, bahwa dari konsumsi makanan yang di makan seseorang akan berdampak terhadap pola pikir, watak, dan karakter seseorang. Makanan yang baik (halal) tentu akan berimplikasi baik terhadap pelakunya. Indikasi baik tersebut tercermin dari perilaku yang senangtiasa di jalan yang benar atau sesuai dengan aturan (hukum positif dan aturan agama). Degan demikian perilaku menyimpang yang dilakukan seseorang, bisa jadi dari makanan yang tidak baik atau tidak halal. Selaras dengan pesan nabi saw, yang disampaikan kepada Ali bin Abi Thalib, bahwasanya makanan yang halal akan menyebabkan bersih dan jernihnya olah fikiran sehingga mudah menerima ilmu, hati menjadi lunak, dan lembut sehingga mudah menerima nasehat, serta terkabulnya doa. Pesan di atas menunjukan betapa pentingnya mengonsumsi makanan yang halal. Makanan halal menjadi sebab bersihnya hati seseorang. Hati yang bersih berimplikasi terhadap pikiran yang jernih, jika keduanya bersinergi maka pengetahuan dan ilmu akan bersemayam terhadap pelakunya. Pengetahuan dan ilmu menjadi embrio kebahagiaan dunia dna akhirat. Jika kita menemuka seseorang yang tidak bahagia dunia dan seterusnya, maka perlu ditinjau kembali bagaimana makanan yang ia makan. Berikutnya, dari makanan yang halal, akan melembutkan hati, hati yang lembut berimplikasi terhadap mudahnya diajak kejala kebaikan atau mudah menerima nasihat kebaikan. Dari sini jelas kelihatan hati yang lembut akan mendapat kecerdasan emosional dan spiritual. Emosional dan spiritual menjadi sinyal kedekatan dengan Tuhan akan terkabulnya doa. Jadi, makanan halal memiliki dampak signifikan terhadap kebahagiaan hidup dunia dan akhirat serta harmoni yang tertata antara fisik dan psikis. Tuhan telah memberikan isyarat untuk senantiasa berhati-hati terhadap tipu daya yang dilakukan oleh jin dan manusia. Segala tipu daya tersebut tentunya untuk menghapus nikmat, kebahagiaan, dan kejayaan yang akan diperoleh seseorang (kelompok) dalam pentas dunia ini. Oleh kerana itu, sebagai umat Islam tentunya harus hati-hati dalam memilih makanan yang halal. Melalui makanan yang baik (halal) maka akan membantu kejayaan dan kesuksesan manusia, baik secara individu maupun kelompok. Makanan yang beredar di sekitar kita masih banyak yang memiliki sertifikat halal. Ini tentunya ditopang dari multietnis, agama, suku, dan bangsa, sehingga makanan yang beredar banyak yang belum memiliki sertifikat halal. Indonesia memiliki penduduk yang sangat banyak. Ini menjadi komoditi hijau bagi pelaku usaha yang bergerak di bidaang kuliner makanan cepat saji. Pelaku kuliner tentu dari berbagai golongan masyarakat yang multkultural. Oleh karena itu, warga Indonesia yang mayoritas umat Islam harus selektif dalam memilih makanan yang halal. Sebagaimana dijelaskan di depan, makanan halal akan berdampak signifikan terhadap kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Beruntung, saat ini kementerian Agama telah menerbitkan aturan tentang bolehnya makanan dan minuman diedarkan di masyarakat dengan syarat sudah punya sertifikasi halal dari badan milik kementerian agama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejuang Ende

PERAN PENYULUH DALAM MENGAWAL MANDATORI HALAL