STUDENT CORNER
Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti merupakan kampus pencetak kader ulama intelektual. Ini di tengarai dari sebagaian besar mahasiswanya merupakan alumni santri Lirboyo Kediri. Berbekal kemampuan ilmu di pondok pesantren kemudian dikembangkan di Perguruan Tinggi Kampus Tribakti Lirboyo Kediri maka hadir ulama-ulama intelektual yang berwawasan kepesantrenan, ke-Indonesia-an, dan Ilmu Pengetahuan Teknologi.
Aksentuasi pesantren ada tiga, yaitu; pertama Ilmu. Keilmuan yang ditekankan dalam pesantren adalah ilmu keagamaan yang bersumber dari alquran, hadis, dan kitab-kitab klasik yang menjadi rujukan ulama salafus soleh. Ini yang menjadi pondasi kader ulama intelektual yang siap terjun di masyarakat. Fenomena sosial terus berubah, perubahan tersebut memerlukan nalar kretivitas yang oleh pemikir, cendekiawan, dan ulama kontemporer. Maka Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti hadir untuk memberikan wahana pergumulan intelektual berbasis kepesantrenan. Kedua, Amal. Ilmu yang tidak dilandasi dengan amal tentu akan sia-sia. Basis santri dan perguruan tinggi keagamaan mengahadirkan kader yang berilmu sekaligus beramal terhadap keilmuannya. Kebiasaan di pondok pesantren yang melihat figur panutan kiai sebagai ilmu yang berjalan membangun karakter santri menjadi pelaku amal ilmunya. Lingkungan akademik yang demikian jarang di temui kecuali di pesantren dan perguruan tinggi Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Ketiga, ta’lim. Ta’lim merupakan pengetahuan yang sebenarnya. Menjadikan orang lain menjadi paham, tahu, dan mengerti bagian dari ta’lim. Mengetahui terhadap pengetahuan sampai pada derajat alim merupakan tradisi santri dan mahasantri. Inilah yang menjadikan Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri magnet bagi mahasiswa. Jadi, tiga dimensi ilmu, amal, dan ta’lim menjadi tradisi dalam pergumulan di Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri.
Selaras dengan perihal di atas, KH. Kafabihi Mahrus menyampaikan, bahwa pesantren merupakan media tarbiyah, media berkhidmah, dan tarikah qasirah ila janah. Melalui tarbiyah manusia akan tahu ilmu, berbekal ilmu akan berkidmah praktik menjadi seorang insan yang tawakal, dan menjadi jalan menuju surga-Nya Allah swt. Ini menjadi nilai positif yang ada hanya di pesantren dan Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti. Maka pergumulan pesantren yang memiliki perguruan tinggi menjadi wahana kader ulama intelektual. Fenomena sosial menunjukan adanya degradasi moral yang cukup signifikan. Pesantren sejak zaman penjajahan hadir sebagai pelita atau cahaya terhadap permasalahan umat dan bangsa. Pesantren menjadi dasar penanaman nilai akhlak atau moral yang luhur. Moral yang luhur akan sulit diajarkan apabila tidak dilatih sejak dini di pesantren. Pesantren dan perguruan tinggi senantiasa bergandengan tangan. Keduanya saling bersinergi untuk menghadirkan kader ulama yang intelektual. Pesantren dan perguruan tinggi Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti mengajarkan sifat qonaah. Qonaah terhadap ketentuan Tuhan, yaitu tidak berlebihan. Bersikap wajar dan tidak berlebihan menjadi nilai tersendiri yang dimiliki oleh mahasiswa berkarakter santri. Darinya hadir perilaku yang bersahaja, tidak berlebihan, dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian background pesantren dan perguruan tinggi Pascasarjana Institut Agama Islam Tribakti akan melahirkan kader ulama aswaja dalam bingkai ke-Indonesia-an.
Pejuang Ende
Abdullah Jia, Pejuang Ilmu di Pascasarjana IAI Tribakti Asal Ende 30 Mei 2022 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Nama saya Abdullah Jia, kelahiran Wolooja, pada 24 Mei 1998. Saya adalah seorang perantauan dari Desa Rindiwawo, Kec. Wolowaru, Kab. Ende, Prov. Nusa Tenggara Timur. Ini adalah cerita dan kenangan singkat saya ketika menjadi seorang perantauan yang ingin menuntu ilmu di Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri untuk angakatan 2022-2023, sedikit ada kenangan tersendiri. Ikut tes masuk gelombang pertama rasanya seru juga. Waktu itu tes masuknya lewat online karna masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika jadwal tes onlinenya saya lupa dan saya tidak mempersiapkan diri yang lebih matang untuk menghadapi ujian masuk program magister tersebut. Ada teman yang baik hati, ia menelpon saya dan memberitahukan bahwa tes masuknya akan...

Komentar
Posting Komentar