Simbol Kemapanan
Kosata kata mapan sering dikaitkan dengan keadaan seseorang yg memiliki karir, keluarga, dan lingkungan yangg serba baik. Itulah sebagian rahmat Allah yg ditunjukan kepada hambanya di dunia. Rahmat Allah tentunya akan beriringan, tatkala manusia melakukan amal perbuatan yang sesuai dengan tata kelola manajemen atau pengaturan hukum Allah -sunatullah- curahan rahmat Allah memiliki dua konsekuensi; pertama bila kemapanan di dunia tersebut membuat pelakunya semakin takut dan mensyukuri nikmat-Nya, maka dapat dikatakan hal tersebut adalah berkah yang tampak. Tetapi bila sebaliknya, kemapanan yg mendatangkan sikap dan sifat yang semakin jauh dengan Allah maka dapat dikatakan laknat (istidraj).
Dinamika kehidupan yang begitu complex akan menyeret pada arus gelombang kelalaian akan nikmat dan karunia Allah. Sikap demikian memang sudah menjadi tabiat dan karakter manusia - Bedakan manusia dari sudut pandang tafsir, al-naas, al-insan dan a-basyar-
Kita coba dengan melakukan analisis kecil manusia dalam arti al-naas, antara kemapanan dengan Q.S al Baqarah ayat 8-13. Dalam ayat tersebut dijelaskan manusia yg suka berbuat munafik, yakni berkata dan berbuat bukan dalam arti yg sesungguhnya, melainkan karena tujuan buruk, mengelabui dan menipu. Demikian kira kira kesimpulan ayat tentang al naas.
Pertama, manusia suka berbuat munafik, dapat dikatakan walaupun mereka memiliki segudang kemapanan, hatinya akan condong dan suka untuk menyimpang dan mengufuri nikmat dan kaidah kemapanan tersebut. Sikap tersebut akan terus tumbuh subur melalui tambahan pupuk, berbuat bukan arti yang sebenarnya. Artinya perilaku yang tidak mencerminkan amal perbuatan tata kelola dan aturan Tuhan.
Kedua, memiliki kecenderungan berbuat buruk, kemapanan fisik yg bila diuangkan akan menghasilkan milyaran bahkan triliunan, habis terkuras untuk mengelabui dan menipu. Manusia yg dibekali akal dan pikiran menjadi sekeping taman surga -meminjam bahasanya Qurais Shihab- untuk dijaga dan dikelola agar mampu menjadi penyejuk, perindang, serta mengalirkan kebaikan (ide ide brilian).
Potensi kemapanan laksana taman surga yg memancarkan keindahan, decak kagum, mengalirkan berjuta manfaat bagi yg melihat, merupakan simbol kemapanan abadi. Demikian simbol kemapanan manusia. Pertanyaanya; sudahkah sekeping taman surga tersebut kita jaga, kita rawat, kita sirami agar bersemi?. Manakala perihal demikian kita laksanakan, taman surga akan mengalirkan sungai sungai kemanfaatan.
wallahua'lam.
Pejuang Ende
Abdullah Jia, Pejuang Ilmu di Pascasarjana IAI Tribakti Asal Ende 30 Mei 2022 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Nama saya Abdullah Jia, kelahiran Wolooja, pada 24 Mei 1998. Saya adalah seorang perantauan dari Desa Rindiwawo, Kec. Wolowaru, Kab. Ende, Prov. Nusa Tenggara Timur. Ini adalah cerita dan kenangan singkat saya ketika menjadi seorang perantauan yang ingin menuntu ilmu di Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri untuk angakatan 2022-2023, sedikit ada kenangan tersendiri. Ikut tes masuk gelombang pertama rasanya seru juga. Waktu itu tes masuknya lewat online karna masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika jadwal tes onlinenya saya lupa dan saya tidak mempersiapkan diri yang lebih matang untuk menghadapi ujian masuk program magister tersebut. Ada teman yang baik hati, ia menelpon saya dan memberitahukan bahwa tes masuknya akan...


Komentar
Posting Komentar