Mujahadah Kubro
Nahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan yang memiliki anggota paling besar. ini ditunjukan melalui geliat jamaah atau pengikut yang melakukan kegiatan keagamaan di berbagai elemen masyarakat. kegiatan tersebut meliputi pembacaan rutin ayat alquran pilihan, doa bersama dalam bingkai istigotsah dan mujahadah. Tepatnya, ahad 19 Juni 2022 Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kedungwaru menghadiri acara Muajahadah Kubro yang di prakarsai oleh Pengurus Wilayah NU Jawatimur. Agenda terebut menghimbau kepada kader NU untuk mewakilkan jamaahnya agar hadir dalam acara Mujahadah. Pengurus Cabang PC NU Tulungagung mendapat hak mengirim 500 peserta. Kabupatan Tulungagung yang terdiri dari 19 Kecamatan. Dari 19 kecamatan tersebut memiliki 19 wakil cabang. Masing-masing MWC mendelegasikan 30 peserta muajahadah. perhelatan ini menunjukan betapa antusias dan hirah yang kuat untuk mendekat terhadap ulama, kiyai, dan muaranya pada pendekatan pada Tuhan.
Masjid Tegalsari yang terletak di Tenggara kota Ponorogo dipilih menjadi destinasi tempat mujahada. Tegalsari merupakan masjid bersejarah yang dibangun oleh Kiyai Ageng Hasan Besari. Ulama karismatik yang cukup mashur sekitar tahun 1742 M, bertepatan dengan periode Pakubuwono II. Kiyai Ageng Hasan Besari membina masjid Tegalsari dipekirakan pada abad 18. Masjid yang memiliki 36 saka atau tiang tersebut dulu dibangun agak kecil. seiring dengan pekembangan masyarakat akan pentingnya ilmu pada waktu itu, masjid mengalami perluasan. Perluasan tersebut dilakukan oleh cucu Kiyai Ageng Hasan Besari, yaitu Kyai Kasan Besari. Fungsi masjid menjadi sentral kegiatan kajian keilmuan kegamaan. Dari Tegalsari banyak lahir tokoh-tokoh yang berpengaruh dan memberikan banyak manfaat terhadap kemajuan peradaban umat. Di era sekarang fungsi masjid, selain menjadi tempat ibadah juga banyak dikunjungi oleh peziarah yang ingin datang menyaksikan kemegahan masjid tegalsari dan berdoa. terdapat tiga lokasi di komplek masjid tegalsari. Pertama, ada dalem gedhe. Dalem gedhe berfungsi sebagai pusat pemerintahan (manajemen) untuk mengelola kegiatan keagamaan di pesantren Tegalsari pada waktu itu. Kedua, masjid. Masjid berfungsi untuk sarana ibadah dan musyawarah umat dalam jumlah kolektif dan banyak. Ketiga, area makam Kiyai Ageng Hasan Besari.
Kompleks Masjid Tegalsari menjadi destinasi religi dan spiritual masyarakat. Terdapat ribuan jamaah yang setiap tahunya mendatangi Masjid dan area makam tegalsari. ini menunjukan adanya magnit atau daya tarik yang cukup kuat di masjid Tegalsari. Berkenaan dengan keberkatan masjid Tegalsari, wajar dan menjadi kenicayaan perhelatan mujahadah akbar PW NU Jawatimur ditempatkan di Masjid Tegalsari Ponorogo. Geliat warga NU menujukan antusias yang luar biasa. Ribuan jamaah nahdliyin dan nahdliyat yang datang dari berbagi daerah di Jawa Timur cukup banyak. Masing-masing dari Pengurus Kabupaten mendelegasikan ratusan bakan ribuan jamaahnya. Ini juga ditunjukan dengan Warga NU dari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Kegiatan Mujahadah delegasi MWC NU Kedungwaru dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziahnya, yaitu Dr. Tri Prasetiyo Utomo.
Proses pemberangkatan dilakukan di Gedung Nusantaramart MWC NU Kedungwaru. Jamaah yang terdiri dari perwakilan Banom (Badan Otonom), Kader NU di tingkat Ranting, dan Putra Putri Pelajar NU. Berangkat menggunakan Bus Bagong besar, perwakilan MWC NU Kedungwaru sambil membaca selawat bergerak menuju PC NU Tulungagung. Tepat pukul 14.30 tiba di kantor PC NU Tulungagung, peserta bergegas masuk masjid untuk mengikuti salat jamaah asar. Jamaah asar dilaksankan dengan bergantian. proses ini memakan waktu kurang lebih 1 jam. Masjid yang berukuran sedang, mengharuskan bergntian dalam proses pelaksanaannya. Salat asar berjalan dengan lancar dan tertib menjadi poin tersendiri terhadap semangat kegiatan muajadah.
Selesai pelaksanaan jamaah asar, proses selanjutnya adalah upacara pemberangkatan dan teknikal metting. Upacara dipimpin oleh sekretaris PC NU Dr. Asrof, M.Pd. dan Wakil Saudara Fatah. Proses ini sekaligus dijalaskan tata cara di berangkat yang akan dipimpin tim PATWAL dari Polres Tulungagung. kesempatan tersebut juga disampaikan proses kegiatan mujahadah di Masjid Tegalsari Ponorgo. Semua peserta mengikuti dengan hikmad. Ketua MWC NU Kedungwaru Dr. Tri Prasetiyo Utomo, M.Pd.I dan berdampingan dengan ketua-ketua MWC lainnya diantaranya adalah Bpk Imam Ansori ketua MWC Kota Tulungagung, Bpk. Khoirul Huda Ketua MWC Sumbergempol dan lainnya.
Proses berangkat ke ponorogo dimulai. Tibad di POLSEK Sambit mahgrib. Peserta digiring untuk melakasanakan salat mahgrib. Area masjid yang cukup srategis dipinggir jalan, mendorong tim Banser dari panitia Ponorogo bergerak cepat untuk memberikan pelayanan keamanan terhadap jamaah. Tim Banser ponorogo bergerak dengan sigap untuk memberikan petunjuk dan arahan guna efisien jalannya kegiatan tersebut. Selesai salat mahgrib digunakan untuk makan malam, yang telah di sediakan oleh Bu Hj Nanik dadri Fatayat NU Kedungwaru. Jamaah merasa senang tidak merasa lelah karena pelayanan yang nyaman dari Tim NU Keudngwaru. Tiba di Masjid Tegalsari pukul 20.30. Jamaah langsung menuju lokasi, berjalan kaki sejauh 1,5 km. Perjalanan yang cukup lumayan tidak dekat memberikan cerita tersendiri terhadap jamaah. Tiba di destinasi Dr. Tri Prasetiyo Utomo, M.Pd.I. melakukan doa bersama di areal makam. panjatan tahlil yang menjadi karakter warga nahdliyin dilantunkan di sekitar komplek makam. Begitu kental dengan nuasan spiritual menambah semangat penting asupan spiritual. Semoga MWC NU Kedungwaru senantiasa mendapat curahan rahmat, petunjuk, dan berkah dari Allah swt melalui acara muajahadah akbar. amin.
Pejuang Ende
Abdullah Jia, Pejuang Ilmu di Pascasarjana IAI Tribakti Asal Ende 30 Mei 2022 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Nama saya Abdullah Jia, kelahiran Wolooja, pada 24 Mei 1998. Saya adalah seorang perantauan dari Desa Rindiwawo, Kec. Wolowaru, Kab. Ende, Prov. Nusa Tenggara Timur. Ini adalah cerita dan kenangan singkat saya ketika menjadi seorang perantauan yang ingin menuntu ilmu di Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri untuk angakatan 2022-2023, sedikit ada kenangan tersendiri. Ikut tes masuk gelombang pertama rasanya seru juga. Waktu itu tes masuknya lewat online karna masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika jadwal tes onlinenya saya lupa dan saya tidak mempersiapkan diri yang lebih matang untuk menghadapi ujian masuk program magister tersebut. Ada teman yang baik hati, ia menelpon saya dan memberitahukan bahwa tes masuknya akan...




Komentar
Posting Komentar