MEMBANGUN MOU DENGAN KAMPUS SEKITAR
(Sekolah Tinggi Agama Islam Badrus Soleh)
Program Pascasarjana IAI Tribakti merupakan lembaga Pendidikan Islam yang terus berkembang. Proses perkembangan tersebut tentu memerlukan kerjasama antar perguruan tinggi sekitar. Proses Kerjasama ini terangkum dalam perjanjian memorandum of understanding (MOU). Kerjasama antar perguruan tinggi di wilayah regional perlu terus dikembangkan. Paradigma yang harus dikembangkan adalah kolaboratif, konektif, dan sinergi antar lembaga. Jadi, proses berkembangnya Program Pascasarjana IAI Tribakti memerlukan sinergi dan kerjasama antar lembaga Pendidikan di sekitarnya.
Memorandum of understanding (MOU) dipelopori oleh pejabat Program Pascasarjana IAI Tribakti. Dr. H. Abbas Sofwan MF, S. HI, LLM, selaku direktur, Dr. Tri Prasetiyo Utomo, M.Pd.I selaku kaprodi, dan Dr. Marita Lailia Rahman, M.Pd, Kaprodi menginisiasi untuk melakukan Kerjasama dengan kampus regional. Pada tataran perencanaan diperlukan desain Kerjasama yang jelas dan terukur. Ini akan memberikan impact positif kedepannya untuk membangun jejaring yang jelas antar lembaga Pendidikan perguruan tinggi. Direktur dan kaprodi melakukan pemetaan wilayah perguruan tinggi yang ada di wilayah regional kediri untuk di telusuri profil dan karakter lembaga tersebut. Melalui beberapa proses rapat kerja maka dihasilkan memorandum of understanding (MOU).
Memorandum of understanding (MOU) penting untuk dilaksanakan. Ini mengacu dari beberapa pertimbangan, yaitu di era perubahan yang begitu cepat, era digital, dan era disruption 4.0. Semua masyarakat memiliki akses tanpa batas ruang dan waktu. Maka dinamika sosial terus berkembang sesuai dengan kebutuhan manusia. Berkenaan dengan perubahan tersebut, maka Program Pascasarjana IAI Tribakti melakukan Kerjasama dengan STAI Badrus Sholeh Purwoasri Kediri. Kampus yang terletak di jalan raya purwoasri ini memiliki karakter kepesantrenan sebagai induk lahirnya perguruan tinggi. Keduanya (Program Pascasarjana IAI Tribakti dan STAI Badrus Sholeh Purwoasri Kediri) sama-sama lahir dari rahim pondok pesantren. Tidak heran jika keduanya memiliki ikatan psikologis untuk melakukan kerjasama demi menunjang kemajuan bersama-sama. Latar belakang yang sama menjadikan proses kerjasama berjalan dengan efektif tanpa ada kendala yang berarti. Jadi, pemilihan STAI Badrus Sholeh Purwoasri Kediri untuk dijadikan kampus patner dalam membangun perguruan tinggi yang berkualitas menjadi keputusan yang tepat.
Proses Kerjasama ini terjadi pada awal semester ganjil Program Pascasarjana IAI Tribakti. Pemilihan waktu tersebut berkenaan dengan tindaklanjut praktik mengajar atau asisten dosen oleh mahasiswa PPS IAI Tribakti Kediri di kampus tujuan. Mahasiswa Program Pascasarjana IAI Tribakti yang menempuh belajar temu kelas selama dua semester secara teoretis diharapkan mendapat kesempatan untuk praktik. Perpaduan antara teoretis dan praktik diharapkan akan menambah kualitas dan skill mahasiswa dalam dunia akademik. Tentu ini menjadi langkah perdana untuk perguruan tinggi strata dua yang memberikan pengalaman lapangan terhadap mahasiswa-nya untuk terjuan langsung di lapangan. Ini (MOU dan tindaklanjut dalam bentuk praktik mangajar/dosen/asisten dosen) menjadi pengalaman yang cukup menarik terhadap mahasiswa strata dua. Dari pengalaman tersebut tentu dapat menambah wawasan keilmuan yang dipadu dengan pengalaman empiric di lapangan. Inilah makna kuliah yang sebenarnya. Mahasiswa membaca, menulis, mendengar, dan diskusi kemudian melakukan praktik sesuai dengan disiplin keilmuanya. Paradigma membaca dan menulis menjadi budaya akademik yang tidak lepas dari rutinitas mahasiswa. Melalui keduanya akan didapatkan pengatahuan dan ilmu. Mahasiswa yang tahu dari membaca tentu tidak sabar untuk menyampaikanya. Proses menyampaikannya ini perlu wadah, yaitu uji kompetensi lapangan dalam bingkai memorandum of understanding (MOU). Jadi, memorandum of understanding (MOU) dengan kampus regional Program Pascasarjana IAI Tribakti perlu dan penting untuk dilaksanakan.
Pejuang Ende
Abdullah Jia, Pejuang Ilmu di Pascasarjana IAI Tribakti Asal Ende 30 Mei 2022 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Nama saya Abdullah Jia, kelahiran Wolooja, pada 24 Mei 1998. Saya adalah seorang perantauan dari Desa Rindiwawo, Kec. Wolowaru, Kab. Ende, Prov. Nusa Tenggara Timur. Ini adalah cerita dan kenangan singkat saya ketika menjadi seorang perantauan yang ingin menuntu ilmu di Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri untuk angakatan 2022-2023, sedikit ada kenangan tersendiri. Ikut tes masuk gelombang pertama rasanya seru juga. Waktu itu tes masuknya lewat online karna masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika jadwal tes onlinenya saya lupa dan saya tidak mempersiapkan diri yang lebih matang untuk menghadapi ujian masuk program magister tersebut. Ada teman yang baik hati, ia menelpon saya dan memberitahukan bahwa tes masuknya akan...

Komentar
Posting Komentar