Leadership
Kang Tama
Kepemimpinan bukan keistimewaan, tetapi tanggungjwab. Ia bukan fasilitas, tapi pengorbanan ia juga bukan leha leha, tetapi kerja keras. Ia bukan kesewenang-wenangan bertindak, tetapi kewengan melayani. Selajutnya, kepemimpinan adalah keteladanan berbuat dan kepeloporan bertindak (Quraish Shihab, Secercah Cahaya Ilahi).
Demikian makna kepemimpinan yg disampaikan oleh Qurais Shihab. Pemimpin adalah figur harapan dan sekaligus manifestasi dari permohonan seluruh umatnya. Diharapkan seorang pemimpin mampu mengejawantahkan berbagai harapan, cita-cita, keinginan pengikutnya. Melalui implementsi perihal di atas, maka dapatkan dikatakan aspek pertama dalam kepemimpinan sudah terpenuhi.
Kepemimpinan adalah kerja keras. Kerja keras adalah berusaha semaksimalmungkin untuk mencapai tujuan yg telah ditetapkan bersama (dalam bahasa politic disebut janji pemimpin sebelum terpilih), tanpa realisasi janji yg telah diikrarkan, maka dapat dikatakan pemimpin tersebut hanya leha-leha atau tidak mampu mencurahkan segala potensi yg dimilikinya baik secara legitimasi mapun secara tanggungjawab seorang pemimpin.
Kepemimpinan adalah kewenangan dalam bertindak. Kewenangan yg dimilikinya seyogyanya dimanfaatkan untuk melakukan terobosan-terobosan baru yg bersifat produktif dan inovatif. Bila kewenangan yg dimiliki dibiarkan tidak digunakan sebagaimana mestinya, dapat dikatakan layaknya petani yg memilki hektaran sawah, namun dibiarkan ditumbuhi oleh semak belukar.
Kepemimpinan adalah keteladanan sekaligus pelopor. Keteladanan dalam membangun organisasi dalam menciptakan harmoni yang serasi, apik, saling kerja sama, bahu membahu dalam satu kesatuan sistem manajemen. proses ini memerlukan ikatan emsosional yang kuat antar sesama organ. banyak motivasi yang melatari terbentuk ikatan emosional. Pertama, legitimasi. legitimasi merupakan kemampuan pemimpin untuk menggerakan organisasi melalui kekuasan atau kewenangan. Model ini terdapat di lembaga-lembaga formal yang memiliki ikatan surat keputusan atau SK. Kedua, kompetensi. pemimpin menggerakan organisasi melalui teladan dan adanya tujuan organisasi secara terpadu. ikatan emosi dapat hadir melalui figur teladan yang dipercaya atau dikagumi memiliki berbagai kelebihan.Tetapi, tidak mudah menyeleraskan antar organ dalam organisasi tanpa adanya kesadaran dan program kerja yang jelas. Berkenaan dengan kepemimpinan, maka perlu adanya komitmen, kerjasama, dan kerja keras untuk mewujudkan tujuan organisai. Tanpa kesepakatan tersebut tentu akan berjalan tanpa arah, bahkan masing-masing bidang bahkan individu dalam organisasi memiliki tafsir dan cara pandang berbeda untuk menapai visi misi organisasi.
Jadi, pelopor adalah seseorang yg terdepan dalam melakukan pembaharuan. Pembaruan bermakna phisik maupun psikis.Siapapun bisa menjadi pelopor senyampang berjalan sesuai dengan program kerja dan relevan dengan visi misi organisasi.
Wallahua'alam bi showab.
Pejuang Ende
Abdullah Jia, Pejuang Ilmu di Pascasarjana IAI Tribakti Asal Ende 30 Mei 2022 Assalamu’alaikum Wr. Wb. Nama saya Abdullah Jia, kelahiran Wolooja, pada 24 Mei 1998. Saya adalah seorang perantauan dari Desa Rindiwawo, Kec. Wolowaru, Kab. Ende, Prov. Nusa Tenggara Timur. Ini adalah cerita dan kenangan singkat saya ketika menjadi seorang perantauan yang ingin menuntu ilmu di Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Dalam rangka rekrutmen mahasiswa baru Program Magister Intstitut Agama Islam Tribakti Lirboyo Kediri untuk angakatan 2022-2023, sedikit ada kenangan tersendiri. Ikut tes masuk gelombang pertama rasanya seru juga. Waktu itu tes masuknya lewat online karna masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Hal yang tidak terlupakan adalah ketika jadwal tes onlinenya saya lupa dan saya tidak mempersiapkan diri yang lebih matang untuk menghadapi ujian masuk program magister tersebut. Ada teman yang baik hati, ia menelpon saya dan memberitahukan bahwa tes masuknya akan...

Komentar
Posting Komentar