*Intermezzo* ================= Kang Tama New City Beberapa saat yang lalu saya dikagetkan dengan status nitizen di medsos yang menulis, *selain Dia, lainya hanyalah intermezzo,*. intermezzo bila di-Indonesia-kan akan memiliki arti selingan, istirahat sejenak, ataupun ada iklan yg lewat, sejauh pemahaman penulis demikian. Namun bila kita cermati iklan ataupun intermezzo memang dirancang dan dibuat se-menarik mungkin. Tujuanya tentu ingin memikat siapapun mata yg memandang. Daya tarik intermezzo memang luar biasa, tak heran bila banyak perusahaan yg rela mengeluarkan bajet banyak untuk kegiatan tersebut. Disisi lain keuntungan bagi media yg menyediakan jasa intermezzo juga banyak, bahkan dengar dengar sistem bayar dalam proses tayang intermezzo bayarnya dalam hitungan detik. Pembaca yang budiman, intermezzo bila dikaitkan dengan selingan perjalanan seorang musafir laksana mereka yg berteduh sejenak untuk melepas penat, dahaga, ngopi-ngobrol perkara Islami- atau hanya sekedar memberi makan dan minum kuda tungganngan. Entermezzo musafir itu memang sangat singkat namun memiliki makna yg mendalam, untuk perjalanan berikutnya, bahkan bisa dijadikan catatan sejarah untuk diabadikan. Tentu kita masih ingat perjalanan Nabi Musa dan Nabi Qidir as. Diselah selah perjalanan mereka Qidir selalu mewanti wanti kepada Nabi Musa untuk tidak bertanya, perihal apa yg dilihatnya. Ada tiga pelajaran didalam intermezzo perjalanan Musa dan Qidir tersebut. Pertama Qidir merusak perahu, kedua Qidir membunuh bocah atau anak kecil, ketiga Qidir menyuruh Musa untuk membangun kembali rumah tua yg akan rubuh. Ketiga intermezzo tersebut menggagalkan Nabi Musa dalam proses berguru kepada Nabi Qidir. Ditiap kejadian tersebut Nabi Musa selalu langsung bertanya tanpa menunggu penjelasan dari sang Guru, padahal diawal sudah di baiat untuk tidak bertanya apapun sebelum sang guru menjelskan. Dari cerita diatas dapat dipahami,setiap intermezzo mengandung hikmah dan makna mendalam bagi mereka yg berpikir. Selingan yg baik akan memunculkan pemahaman, hikmah, atau konsep konsep baru yg belum ditemukan -meminjam bahasanya Agung Mandiro dose tafsir dan hafizd IAI PD- baik yg berifat duniawi maupun ukhrowi. Oleh karenanya singgah dan berrteduhlah di tempat tempat yg bisa mendatangkan hikmah. Walaupun perdetik Anda harus membayar mahal, tetapi singgah Anda memiliki pengaruh dan nilai manfaat yg begitu dahsyat. Terutama bagi dzat yang Maha melihat. *Radar Dhuha*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejuang Ende

PERAN PENYULUH DALAM MENGAWAL MANDATORI HALAL